Menciptakan Masa Depan di Era Industri 4.0 Serta Revolusi industri

95 views

liputan.kosongin.com- Dimasa jaman dahulu kala, berabad-abad yang lampau, ada seseorang filsuf Yunani yang bernama. Heraclitus bahwa ia Pernaah berkata, “Satu-satu hal yang kostan di dunia ini iyalah perubahan,

Selama ribuhan tahun, sebagaian besar penduduk didunia membuat berbagai benda dengan cara yang masi tradisonal, yang tida pernah berubah. Baru kemudian lebih dari 250 tahun yang lalu tida pernah berubah,

Perubanhan pertama setelah 250 Tahun terjadi di inggris. Orang-orang yang hidup selama revolusi industri ertama , perode dari sekitar tahun 1760 hingga tahun 1840,

Yang menjadi saksi mulainya perubahan dengan mesin dan sangat pesat perubahan dengan mesin, dan industrialisasi,

Revolusi industri pertama

Revolusi industri pertama dimulai pada abad ke 17 hingga abad ke 19. Ketika itu masyarakat pertanian mulai berubah arah menjadi masyarakat urban.

Menciptakan Masa Depan di Era Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 Adalah : Arti, Prinsip, Tantangan dan Persiapan

Banyak penemuan baru ketika itu seperti kereta api lintas, listrik dan penemuan lain yang mengubah tatanan masyarakat secara permanen. Industri besi, tekstil dan pengembangan mesin uap memainkan peran sentral dalam revolusi industri.

Revolusi industri kedua

Revolusi industri kedua iyalah lompatan besar berikutnya dalam teknologi dan masyarakat. Periodisasinya berlangsung antara tahun 1850 sampai tahun 1914. Atau tepatnya sebelum perang dunia I.

Revolusi industri kedua merupakan periode yang banyak pertumbuhan dan perkembangan industri yang sudah ada sebelumnya seperti industri baja, minyak bumi dan penggunaan tenaga listrik untuk menciptakan produksi massal.

Kemajuan teknologi pada periode ini antara lain penemuan telepon, bola lampu, piringan hitam, mesin pembakaran internal, mobil dan pesawat terbang.

Bisa dibilang kalau revolusi industri kedua memungkinkan globalisasi dan menciptakan rancangan awal dunia kita hari ini.

revolusi industri ketiga

revolusi digital yang dimulai pada tahun 1950 sampai sekarang. Revolusi digital mengacu kepada kemajuan teknologi dari perangkat elektronik. Dan mekanik analog ke teknologi digital.

Revolusi industri ketiga membawa semikonduktor. Komputasi mainframe, komputasi personal dan internet menuju revolusi digital.

Di era revolusi digital kita bisa menikmati cloud, internet dan beberapa jenis perangkat pintar yang mudah diakses.

Hal-hal yang dulu dilakukan secara analog bergeser ke teknologi digital. Pergeseran dari perangkat elektronik dan mekanis analog ke teknologi digital sangat mendisrupsi industri.

Elektronik dan teknologi informasi mulai mengotomatisasi produksi dan mengambil alih rantai pasokan global.

Saatnya Mempersiapkan Masa Depan

Revolusi Industri 4.0: Mengubah Tantangan Menjadi Peluang Di Era Disrupsi  4.0

Hari ini, kita berada di tengah-tengah Industri 4.0. Pemicunya adalah penyebaran global internet dan teknologi baru seperti sensor nirkabel serta kecerdasan buatan (AI).

Seperti pendahulunya, Industri 4.0 akan secara radikal mengubah cara manusia hidup dan bekerja.

Menurut para ahli, diperkirakan dalam 20 tahun yang akan datang sebagian tugas-tugas monoton dan berulang atau mudah-otomatis akan dilakukan oleh AI dan robot. Era baru akan ditentukan oleh AI,

Robotik, otomatisasi, konektivitas di semua aspek, Smart City, Mobile Supercomputing dan kendaraan self-driving.

Oleh karena itu, ini akan menjadi alasan kuat mengapa institusi pendidikan harus difokuskan pada mempersiapkan siswa maupun mahasiswa untuk menguasai teknologi baru ini maupun untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh Robot maupun AI.

Pesatkan Teknologi Menuju Perubahan

Mau tidak mau, perkembangan teknologi ini menuntut filsafat pendidikan baru yang radikal. Filsafat pendidikan yang bisa membuat kita terus belajar bagaimana menggunakan kreatifitas dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi baru.

Maka setidaknya sistem pendidikan perlu diubah. Selama ini banyak institusi-institusi dunia yang hebat dan terhormat melahirkan banyak lulusan dengan gelar yang tidak praktis.

Sekitar 65% anak-anak yang memasuki sekolah dasar saat ini akan berakhir dengan bekerja di profesi yang sekarang ini belum ada.

Penutup

Terimakasi buat teman semua yang telah berkunjung kewebsite kami semoga informasi yang telah di ulas di atas bisa bermanfaat buat tem,an semua, sampai jumpa lagi di embahasan selanjutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.